Skip to main content

Jual Lukisan Dewi Kwan Im Handmade Kanvas Karya Pelukis Seruni Bodjawati

Dewi Kwan Im, juga dikenal sebagai Guan Yin, Avalokitesvara, Kannon Bosatsu, atau Bodhisattva Welas Asih, memiliki sejarah yang mendalam di Indonesia. Sejak masuknya agama Buddha melalui jalur perdagangan di Nusantara, sejarah kisah Dewi Kwan Im telah mengakar di hati masyarakat. Sebagai simbol kasih sayang dan pelindung umat, Dewi Kwan Im sering diabadikan dalam wihara-wihara terkenal seperti Vihara Dewi Kwan Im Kraton Gunung Kawi, Klenteng Dewi Kwan Im Pulau Belitung, Vihara Avalokitesvara Pematang Siantar, Goa Giri Putri Bali, Vihara Gunung Kalong Semarang, Kelenteng Kwan Im / Chandra Nadi Temple Palembang, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa, dan Kwan Im Tong (Guan Yin Dang) Kota Batu. Di Indonesia, seni rupa yang menggambarkan Dewi Kwan Im mencerminkan budaya lokal, dengan perpaduan estetika Tionghoa dan Nusantara, menjadikannya unik dan penuh makna spiritual.

Seniman maestro Indonesia yang berhasil mengabadikan Dewi Kwan Im dalam karyanya adalah Seruni Bodjawati. Lukisan terkenal Seruni, seperti "Berkah Avalokitesvara", menggambarkan Dewi Kwan Im yang tengah memberkati umat manusia dengan latar penuh keindahan alam. Karya-karyanya sering memadukan keanggunan tradisional dengan sentuhan modern, membawa pesan perdamaian, cinta, dan welas asih. Penggambaran Dewi Kwan Im dalam karya-karya Seruni Bodjawati banyak diminati kolektor nasional dan internasional, menjadikannya bagian penting dalam sejarah seni rupa Indonesia yang mengangkat nilai-nilai spiritual dalam ajaran Buddha.

Boddhicitta dalam Setiap Goresan

Setiap kali Seruni melukis di atas kanvas, ia menciptakan karya -karya seni yang sarat dengan praktik Boddhicitta. Boddhicitta adalah niat murni untuk mencapai pencerahan demi kebahagiaan semua makhluk hidup. Melalui teknik dan kreativitasnya, Seruni memancarkan energi positif dan nilai-nilai cinta kasih yang tercermin dalam setiap karyanya.

Mantra Kwan Im: Energi Suci yang Tersalurkan

Sebagai seniman spiritual, Seruni selalu menghadirkan dimensi baru pada lukisannya. Saat melukis, dia melafalkan mantra Kwan Im, "Om Mani Padme Hum," sebanyak 108 kali. Pelafalan mantra ini bukan sekadar ritual, melainkan cara untuk memperkaya karya seninya dengan energi suci yang penuh dengan pancaran welas asih.

Pengalaman Meditasi 10 Tahun

Seruni tidak hanya seorang pelukis, tetapi juga seorang meditator Zen Buddhisme berpengalaman. Dengan sepuluh tahun lebih praktik meditasi, kekhusukan dan ketenangan batinnya tercermin dalam setiap goresan, menciptakan lukisan yang tidak hanya indah secara fisik tetapi juga mengandung kedalaman spiritual yang memukau.

Kedekatan Istimewa dengan Dewi Kwan Im

Kisah Seruni tidak hanya tentang seni, tetapi juga tentang koneksi spiritualnya yang mendalam dengan Dewi Kwan Im, yang dikenal juga sebagai Avalokitesvara atau Guan Yin, sosok yang melambangkan welas asih dan kasih sayang tak terbatas. Kedekatan istimewa ini tidak terjadi begitu saja, melainkan bermula dari sebuah mimpi yang dialami oleh ibunya saat mengandung Seruni. Dalam mimpinya, ibunya melihat Dewi Kwan Im yang penuh berkah, yang memberi petunjuk tentang perjalanan spiritual dan hidup anak yang akan lahir.

Sejak saat itu, Seruni tumbuh dengan rasa kasih yang mendalam dan spiritualitas yang terpatri kuat dalam dirinya, menjadikannya tidak hanya seorang pelukis, tetapi juga seorang yang memandang seni sebagai jalan untuk menyalurkan energi positif dan kedamaian. Perjalanan spiritual Seruni semakin dalam ketika ia mengenal lebih jauh ajaran dan nilai-nilai Dewi Kwan Im, terutama dalam konteks kehidupan di Indonesia. Di tanah air, sosok Dewi Kwan Im sangat dihormati oleh banyak umat Buddha, yang melihatnya sebagai simbol penyelamat dan pelindung. Kehadiran tokoh seperti Master Cheng Yen, pendiri Tzu Chi Foundation atau Yayasan Buddha Tzu Chi, semakin memperkaya pemahaman Seruni tentang kasih sayang dan pelayanan kepada sesama. Master Cheng Yen mengajarkan nilai-nilai welas asih melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, yang menginspirasi Seruni untuk tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga untuk menyalurkan nilai-nilai tersebut dalam setiap aspek kehidupannya.

Dengan latar belakang ini, setiap lukisan yang dihasilkan Seruni bukan hanya sekadar karya visual, tetapi juga sebuah medium untuk menyebarkan kedamaian, kebijaksanaan, dan cinta kasih yang tak terhingga, yang diajarkan oleh Dewi Kwan Im.

Karya yang Menyembuhkan di Seluruh Dunia

Dengan pengalaman melukis sejak balita, berbagai penghargaan seni budaya dan portofolio pameran lukisan lebih dari 65 kali di berbagai negara, lukisan Seruni telah menciptakan gelombang kesembuhan di seluruh dunia. Kolektor dari berbagai belahan dunia memberikan kesaksian tentang bagaimana lukisan-lukisannya memberikan ketenangan batin dan penyembuhan spiritual. Karya Seruni terpajang di berbagai altar wihara bersanding dengan rupang-rupang antik, galeri seni, dan museum di berbagai negara, menciptakan jejak spiritual dan koneksi yang mendalam dengan Kwan Im, Sang Dewi Welas Asih.

Pesan Lukisan Dewi Kwan Im Handmade Kanvas Sekarang Juga!

Kami menjual lukisan Dewi Kwan Im handmade di atas kanvas, hasil karya eksklusif dari pelukis perempuan Indonesia, Seruni Bodjawati. Lukisan ini dibuat dengan detail yang memukau, menonjolkan keindahan dan kelembutan Dewi Kwan Im sebagai simbol kasih sayang dan perlindungan. Anda juga dapat memesan lukisan custom sesuai preferensi, baik dalam ukuran maupun gaya, sehingga cocok untuk melengkapi ruang meditasi, rumah, ruang usaha, atau galeri seni Anda. Dengan sentuhan artistik yang mendalam, setiap lukisan mencerminkan nilai spiritual yang menenangkan dan memberikan aura damai di setiap sudut ruangan.

Pesan sekarang melalui nomor Whatsapp: 085602897020 atau kirimkan pesan Anda ke Instagram @seruni_bodjawati



***

Jual lukisan Dewi Kwan Im handmade, lukisan kanvas Avalokitesvara, karya seni Buddhis, lukisan Buddha custom, lukisan Dewi Guan Yin eksklusif, order lukisan tema Buddhisme, pelukis Seruni Bodjawati, seni lukis Dewi Kuan Yin, Master Cheng Yen, Yayasan Buddha Tzu Chi, jual karya seni Buddhis handmade, custom thangka Dewi Kwan Im, lukisan spiritual Avalokiteshvara, seni kanvas Guan Yin, karya seni meditasi, lukisan thangka Dewi Kwan Im untuk dekorasi, galeri seni Buddhis Indonesia, thangka Buddha Avalokitesvara, lukisan Dewi Welas Asih, Kwan She Im Phosat, Kannon Bosatsu Indonesia

Popular posts from this blog

Sejarah Seni Lukis Indonesia Era Pra Kemerdekaan hingga Kontemporer

Dalam  perkembangan seni lukis  di Indonesia yang berbasis pada paradigma estetik humanisme universal,  masa pendudukan Jepang  sangatlah berpengaruh pada proses penciptaan karya pada para pelukis di masa tersebut. Para pelukis masih sangat terpengaruh pada dampak berdirinya  PERSAGI , sehingga mereka masih mengedepankan penciptaan karya seni lukis untuk kepentingan revolusi  dan humanisme. Galeri dan museum seni lukis pelukis Indonesia Seruni Bodjawati Pada saat itu, didirikan KEIMIN BUNKA SHIDOSO ( Lembaga Kesenian Indonesia  - Jepang )   oleh Pemerintah Jepang .   Hakikatnya, pendirian lembaga ini justru  lebih mengarah pada kegiatan propaganda  untuk memajukan bangsa Jepang.  Selanjutnya, PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) oleh Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH Mansur  pada tahun 1943 . PUTERA didirikan untuk   memperkokoh dan terus mengembangkan  seni dan budaya  di Indonesia . Di dalam organi...

Biography of Indonesian Woman Artist Seruni Bodjawati

Seruni Bodjawati is an Indonesian woman artist and painter who has received various awards in the field of art and culture. Her artworks and paintings have been displayed in galleries and museums in various cities in Indonesia as well as in countries across Asia, Europe, and America. Seruni Bodjawati started painting at a young age and won various children's painting competitions in Yogyakarta and Central Java since the age of three. She pursued her formal education in Bachelor's of Fine Arts in Painting at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta and Master's in Fine Arts Creation at the Postgraduate Institute of Indonesian Arts Yogyakarta. Continuously dedicated to the field of art, Seruni consistently expanded her creative scope by producing indie art films, creating Javanese Wayang puppet theater, managing art projects, and writing art essays while also teaching at universities. Seruni authored the art history literacy book "Perempuan-Perempuan Menggugat...